Kualitas Fisik Air Sungai di Lobar, Tergolong Baik

Secara fisik, kualitas air sungai di wilayah Lombok Barat (Lobar) tergolong baik. Dan keadaan ini sekaligus memenuhi syarat sesuai Baku Mutu Kualitas Fisik Air (BMKFA). Begitu pula kualitas fisik secara kimia. Kesimpulan ini diambil setelah Badan Lingkungan Hidup (BLH) Lobar melakukan pemantauan terhadap 11 sungai di Lobar. Maksudnya adalah, untuk menunjang aneka sumber kehidupan melalui sungai. Selain itu, untuk mendapatkan informasi dan gambaran terhadap kualitas air. Sedangkan tujuannya untuk mengetahui kualitas air, baik fisik, kimia maupun bakteriologis.

Selain memantau kualitas air sungai, hal yang sama juga dilakukan terhadap kualitas air tambak pada 3 lokasi. “Kami sudah melakukan pemantauan dan hasilnya, mutu air sungai kita tergolong baik”, papar Kepala BLH Lobar, Drh. I Nyoman Sembah di ruang kerjanya Kamis kemarin. Menurut dia, hasil pemantauan ini, diharapkan dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan kebijakan Pemkab dalam perencanaan pengelolaan standar dan kualitas air, termasuk dasar menyusun peraturan pembuangan limbah cair dalam rangka menciptakan sumber air yang bersih dan sehat.

Selain itu lanjut Sembah, dalam rangka pengadaan sumberdaya manusia lingkungan hidup (SDM LH), akan diarahkan menjadi pejabat fungsional (jafung) pengendalian dampak lingkungan. Hal ini sesuai surat Meneg LH No.B.8121/MenLH/10/2010 tanggal 26 Oktober 2010.

Dikatakan Sembah, jika mengacu pada PP No.35 tahun 1991, sungai adalah tempat dan wadah, serta jaringan pengaliran air, mulai dari mata air sampai muara dengan dibatasi kanan-kiri, serta sepanjang pengalirannya oleh garis sepadan. Di  Lobar sendiri, menurut data, jumlah sungai sekitar 12 sungai. Sungai-sungai ini antara lain, Sungai Kelep, Pelangan, Jelateng, Dodokan, Babak, Paku Keling, Dalem, Sulin, Jangkok, Midang, Ancar dan Sungai Meninting. Sungai ini tersebar dengan rincian, Sungai Kelep dan Pelangan, berada di wilayah Kecamatan Sekotong. Sungai Dodokan di kecamatan Gerung, Babak di Labuapi, Paku Keling di  Kediri, Sungai Dalem dan Sulin di Kuripan, Sungai Jangkok di Narmada, Sungai Midang dan Ancar di Lingsar dan Sungai Meninting di Kecmatan Batulayar.

Pemantauan kualitas air di Lobar, dilakukan dengan sistem Sampling. Metode ini dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang, Metode Pengambilan Contoh Air Permukaan. Sampling ini terdiri dari penentuan lokasi dan penentuan titik pengambilan sampel. Dalam penentuan titik sampel ini, contoh air sungai ditentukan berdasarkan debit air sungai yang diatur dengan ketentuan seperti; sungai dengan debit kurang dari 5 m3/detik. Sungai dengan debit antara 5-150 m3/detik, contoh diambil pada dua titik, masing-masing pada jarak 1/3 dan 2/3 lebar sungai pada kedalaman 0,5 kali kedalaman dari permukaan, sehingga diperoleh contoh air dari permukaan sampai ke dasar secara merata.

Selain itu, sungai dengan debit lebih dari 150 m3/detik, contoh diambil minimum pada enam titik, masing-masing pada jarak ¼, ½  dan ¾ lebar sungai pada kedalaman 0,2 dan 0,8 kali kedalaman dari permukaan, sehingga diperoleh contoh air dari permukaan sampai ke dasar secara merata.

Cara lain adalah, mengambil contoh untuk pengujian kualitas air secara umum dengan menggunakan alat Pengambil Sampel Air Sungai. Tenaganya terdiri dari Petugas pelaksana sampling yang memiliki latar belakang edukasi sanitarian dengan lulusan Diploma III Kesehatan Lingkungan. Mereka telah mendapat sertifikat sebagai tenaga pengambil sampel. Ada juga tenaga analis lulusan Diploma yang sama dan telah mendapat sertifikat pelatihan instrumentasi Analisis Laboratorium Lingkungan.

Dari hasil pemantauan disimpulkan bahwa, kondisi kualitas air sungai di Lobar, terdiri dari kualitas fisik, kimia dan bateriologi. Kualitas fisik diketahui berdasarkan sifat fisika air. Parapemer kualitas ini terdiri dari suhu, warrna, bau dan rasa. Dari 11 sungai yang diperiksa, ada parameter yang berada di atas baku mutu yaitu, parameter suhu di atas nilai suhu yang disyaratkan sekitar 3 derajat celsius dan parameter kekeruhan 5 NTU (Mephelometri Turbidity Unit).

Penyimpangan parameter itu menandakan bahwa, air tersebut telah tercemar oleh padatan dan sedimen, sehingga air menjadi keruh. Namun kekeruhan tersebut bukan kekeruhan permanen. Kekeruhan akan menurun seiring terjadinya proses sedimentasi disepanjang sungai bersama aliran air.

Sedangkan kualitas kimia dengan menggunakan parameter kunci DO (Dissolved Oxigen), BOD (Biological Oxigen Deman), Kadar Besi (Fe) dan kadar Mangaan (Mn). Diperoleh hasil, masih di bawah Nilai Ambang Batas Pencemaran. Hal ini berdasarkan PP No.82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air Sungai dan Pengendalian Pencemaran Air serta Permenkes RI No.416 tahun 1990 tentang Syarat Kualitas Air Bersih.

Lebih lanjut dikatakan Sembah, untuk menunjang kinerja laboratorium LH, pihaknya akan mengupayakan peningkatkan status lab tertsebut menjadi Unit Pelaksana Tehnis Badan (UPTB). “Kami sedang mengusulkan kepada Pemda, status laboratorium LH ditingkatkan menjadi UPTB” katanya didampingi stafnya dari bidang P3L. Drs.Dayat.

Rencananya, SDM LH akan direkrut dari personil  tenaga jafung yang memiliki klasifikasi sebagai tenaga laboratorium. Sehinga ke depan, lab LH Lobar, dapat melaksanakan tugas dalam pengujian kualitas air, udara, tanah dan limbah, baik limbah padat maupun cair. ”Dengan lab ini akan tersedia data akurat sebagai pijakan dalam pengelolaan LH di Lobar”, demikian kata Dayat. (L.Pangkat Ali-PH Pelaksana)

Sumber: http://lombokbaratkab.go.id

About lpplmataram

Bagi anda yang membutuhkan Konsultan Lingkungan untuk menyusun Dokumen atau pelaporan UKL-UPL khususnya di wilayah NTB, kamilah solusinya. Hubungi: Putra, ST (081 736 7583) Irfan Handi, SE (081 805 768 000) Andi Kusmira, ST (081 917 960 708)

Posted on Maret 24, 2011, in Berita and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s