BLH Dirikan Rumah Kompos

Untuk Optimalisasi Sampah

GIRI MENANG—Badan Lingkungan Hidup (BLH) Lombok Barat (Lobar) ingin memberi nilai tambah dalam pengolahan sampah di wilayah kerjanya. Untuk mengoptimalisasi, mereka tahun ini akan mendirikan dua rumah kompos sebagai rintisan memulai program bank sampah.
‘’Ini juga kami tujukan untuk mengurangi volume sampah di Lobar,’’ kata Kepala BLH Lobar Nyoman Sembah didampingi Kabid Pengendalian, Perencanaan dan Pengelolaan Limbah, Dayat , kemarin.
Melalui pembangunan sarana yang rencananya dibangun di Lingsar dan Kuripan ini, pihaknya ingin membangun paradigma baru terkait sampah. Dari semula hanya dikumpulkan, diangkut lalu dibuang menjadi dikumpulkan, dipilah baru dibawa ke TPA (tempat pembuangan akhir).
‘’Rumah kompos khusus untuk sampah organik akan dipilah-pilah kemudian diolah menjadi kompos,” katanya.
Diungkapkan, prasarana pendukung yang akan diadakan seiring berdirinya rumah kompos adalah alat pencacah dan mixer untuk membuat kompos. Dipilihnya lokasi tersebut sebagai pilot project berdasarkan keinginan dan permintaan masyarakat sekitar.
Sementara untuk sampah plastik dan metal, BLH akan bekerjasama dengan para pengepul yang siap membeli sampah-sampah non organik tersebut.
Terkait program bank sampah, masyarakat bisa membawa sampah rumah tangga mereka untuk ditukar dengan uang. Program tersebut akan mulai diefektifkan tahun ini.
‘’Saat ini sedang proses sosialisasi dan penyiapan masyarakat bekerjasama dengan PNPM Mandiri dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) setempat,” ujarnya.
Dijelaskan, rumah kompos tersebut akan memiliki kapasitas produksi antara 500-1000 kilogram per hari. Untuk pemasaran hasilnya, BLH juga melibatkan instansi terkait seperti Disperindag Lobar. Diharapkan, dengan keberadaan rumah kompos dan bank sampah bisa menyelamatkan lingkungan sekaligus mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).
‘’Tentunya sampah bisa juga menjadi sumber ekonomi masyarakat. Karena dari sampah masyarakat bisa melakukan simpan pinjam di bank sampah,’’ jelasnya.
Sembah menambahkan, hasil pupuk kompos juga akan dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian organik yang kini tengah gencar digaungkan Pemkab Lobar. Indikatornya, dengan semakin berkurangnya volume sampah di TPA maka program terpadu pengelolaan sampah yang digagas BLH bisa
dinyatakan berhasil.
Program bank sampah pun diklaim Sembah telah mendapat dukungan dari Kementerian LH. Melalui DAK yang disalurkan melalui APBD, mereka akan melakukan pengadaan truk khusus sampah yang dapat memilah sampah sesuai jenisnya. Selain itu, sokongan dana juga berasal dari DBHCT (dana bagi hasil cukai tembakau) dan TP (tugas pembantuan).

About lpplmataram

Bagi anda yang membutuhkan Konsultan Lingkungan untuk menyusun Dokumen atau pelaporan UKL-UPL khususnya di wilayah NTB, kamilah solusinya. Hubungi: Putra, ST (081 736 7583) Irfan Handi, SE (081 805 768 000) Andi Kusmira, ST (081 917 960 708)

Posted on Maret 28, 2011, in Berita and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s