Dihentikan, Proyek Jalan Terus

GERUNG – Setelah diberikan peringatan oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Lombok Barat, proyek properti pembangunan Pertokoan dan perumahan di Desa Rumak Kecamatan Kediri Lombok Barat  akhirnya dihentikan sementara oleh Sat Pol PP Lobar bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH) Lobar. Pasalnya proyek yang dikerjakan salah satu developer terkemukan di NTB tersebut sampai sekarang belum mengantongi izin secara lengkap. Namun sayang, kendati dihentikan, proyek tampaknya jalan terus.
Selain belum mengantongi ijin, pengerjaan proyek yang terletak di pinggir jalan serta pinggir kali Babak tersebut sangat mengganggu arus lalu lintas, karena truk proyek yang keluar masuk mengangkut tanah urug terparkir di pinggir jalan. Tidak hanya itu, banyaknya truk yang keluar masuk proyek juga menyebabkan tanah berserakan di badan aspal sehingga menyebabkan aspal tertutup dan menjadi berdebu. Tak pelak, beberapa pengguna jalan merasa terganggu. “ Inikan yang enak pengusaha, sementara kita yang kena dampaknya,” ujar Junaidi kepada wartawan, Sabtu (12/2) seraya berharap pengerjaan proyek ini harus di hentikan.
Hal senada juga di katakan oleh Yanto pengguna jalan setempat, dirinya merasa terganggu setiap melintas dijalan tersebut, belum lagi karena macet akibat truk yang diparkir sembarangan, selain itu keluar masuknya kendaraan proyek juga sangat membahayakan pengguna jalan lain karena tidak ada rambu-rambu.
Sementara itu, Nyoman Sembah, kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) bersama dengan petugas Pol PP Lobar menutup sementara pengerjaan proyek tersebut. Penutupan pengerjaan proyek disamping karena izin belum dikantongi, juga karena arus lalu lintas di sekitar proyek terganggu.
Dikatakan Sembah bahwa setelah dirinya berkoordinasi dengan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Lobar, bahwa izin yang dimiliki oleh perusahaan pengembang tersebut hanya izin peruntukan lahan saja, sementara izin IMB, serta Izin Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) serta HO belum dimiliki, sehingga pengerjaan proyek ini kita hentikan untuk sementara sampai izin keluar.
Ditambahkan Sembah bahwa teguran sudah dilakukan oleh pihaknya agar pengerjaan proyek tersebut tidak mengganggu orang lain, lebih-lebih para pengguna jalan. “ Intinya kita tidak melarang pengusaha untuk berinvestasi di Lobar, namun prosedur harus dipatuhi,” ungkap Sembah.
Ditempat terpisah AKP. Arif Haryono Kasat Lantas Polres Lobar mengatakan bahwa pengerjaan proyek tersebut sudah mengganggu pengguna jalan, dan ini sudah melanggar UU no.22 tahun 2009 tentang ketertiban Lalu Lintas dengan hukuman 1 tahun penjara dan atau denda Rp. 1 juta rupiah. “Pengerjaan proyek ini sudah pantas dihentikan karena sudah sangat mengganggu arus lalu lintas,” ujar Arif.
Sementara itu petugas lapangan proyek tersebut saat di konfirmasikan wartawan enggan memberikan komentar, di selalu berkilah bahwa pimpinan dari perusahaannya akan datang, namun hingga petugas usai menghentikan pengerjaan proyek pimpinan perusahaan tidak kunjung jua.
Pantauan wartawan dilokasi pengerjaan proyek, meskipun petugas sudah gigih menutup proyek, namun aktifitas pengerjaan proyek masih tetap berjalan, bahkan truk yang sangat mengganggu pengguna jalan tetap juga beroperasi.

About lpplmataram

Bagi anda yang membutuhkan Konsultan Lingkungan untuk menyusun Dokumen atau pelaporan UKL-UPL khususnya di wilayah NTB, kamilah solusinya. Hubungi: Putra, ST (081 736 7583) Irfan Handi, SE (081 805 768 000) Andi Kusmira, ST (081 917 960 708)

Posted on Maret 28, 2011, in Berita and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s