Dokumen UKL-UPL TV9

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Salah satu tujuan pembangunan nasional adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan dan berprikemanusiaan. Ketersediaan sumberdaya alam dalam meningkatkan pembangunan sangat terbatas dan tidak merata, sedangkan permintaan sumberdaya alam terus meningkat, akibat peningkatan pembangunan untuk memenuhi kebutuhan penduduk.

Dalam rangka melaksanakan pembangunan yang berwawasan lingkungan sebagai upaya sadar dan berencana dalam mengelola sumber daya secara bijaksana dalam pembangunan yang berkesinambungan untuk meningkatkan mutu hidup, maka perlu dijaga antara berbagai usaha dan atau kegiatan. Perlu disadari makin meningkatnya usaha atau kegiatan pembangunan berbagai bidang di Kabupaten Lombok Barat akan memberikan konsekuensi logis timbulnya dampak (perubahan) terhadap lingkungan, oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berusaha selalu mengedepankan masalah lingkungan di segala kegiatan pembangunannya.

Pada dasarnya dari setiap usaha atau kegiatan menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup yang perlu dianalisa sejak awal perencanaannya sampai pada saat operasional usaha atau kegiatan, sehingga langkah pengendalian dampak negatif dan pengembangan dampak positif dapat disiapkan sedini mungkin, untuk pencegahan kerusakan lingkungan.

Adapun salah satu upaya pencegahan kerusakan lingkungan atau perlindungan/penyelamatan lingkungan secara dini sebelum suatu kegiatan dimulai dengan menerapkan/meningkatkan efektivitas kegiatan dan atau jenis usaha yang akan berdiri untuk melengkapi upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan.

Dalam rangka upaya mengendalikan pencemaran dan kerusakan lingkungan akibat pembangunan maka, perlu dilakukan perencanaan pembangunan yang dilandasi prinsip pembangunan berkelanjutan. Prinsip pembangunan berkelanjutan dilakukan dengan memadukan kemampuan lingkungan, sumber daya alam dan teknologi ke dalam Rencana Pembangunan Stasiun TV 9, sesuai Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2001 Tentang Jenis Rencana Usaha dan Kegiatan yang wajib dilengkapi AMDAL, tidak termasuk dalam daftar kegiatan yang dikategorikan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup (secara teknologi dapat dikelola) sehingga tidak wajib dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), maka perlu menyusun Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL).

Dalam pembangunan stasiun TV, pihak Penyelenggara Stasiun TV9, Penyedia Tower/pemancar TV TV9, dan atau Kontraktor TV9 dalam mengajukan Izin Mendirikan Tower/pemancar TV wajib menyampaikan informasi rencana penggunaan Tower/pemancar TV dan harus mempertimbangkan aspek–aspek teknis dalam penyelenggaraan telekomunikasi dan prinsip-prinsip penggunaan tower/pemancar TV.

B.     Dasar Pelaksanaan

1.      Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.

2.      UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.

3.      Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 Tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup, bagi usaha dan atau kegiatan yang tidak diwajibkan menyusun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup wajib melakukan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL).

4.      Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2001 Tentang Jenis Rencana Usaha dan Kegiatan yang wajib dilengkapi AMDAL.

5.      Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2002 Tentang Pedoman Pelaksanaan UKL dan UPL.

C.    Tujuan dan Kegunaan

1.      Tujuan

Adapun tujuan penyusunan Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL–UPL) Pembangunan Stasiun TV 9 ini adalah sebagai berikut:

1)      Untuk mengelola kegiatan usaha agar meminimumkan dampak negatif dan meningkatkan dampak positif.

2)      Mengidentifikasi mengenai komponen-komponen lingkungan yang dapat dan diprediksikan akan terkena dampak penting oleh kegiatan pra konstruksi, konstruksi dan operasional Stasiun TV 9.

3)      Untuk menentukan jenis dan sifat serta ukuran dampak yang secara sistematik, berulang-ulang dan terencana/terjadwal selama kegiatan beroperasi.

4)      Untuk merekomendasikan beberapa alternatif upaya pengelolaan yang perlu dilaksanakan.

5)      Untuk merekomendasikan beberapa alternatif upaya pemantauan lingkungan yang perlu dilaksanakan terutama yang berkaitan secara langsung dengan kegiatan.

2.      Kegunaan

Sedangkan kegunaan penyusunan Dokumen UKL-UPL Pembangunan Stasiun TV 9 di Jl. Sandubaya No. 99 X Gerimax Indah Narmada ini adalah sebagai berikut :

1)      Sebagai pedoman/dasar dalam pelaksanaan pengelolaan kegiatan dan pemantauan lingkungan bagi pemrakarsa.

2)      Sebagai dokumen pelengkap untuk kegiatan usaha Stasiun TV 9.

3)      Sebagai pedoman/dasar pegecekan/pengontrolan di lapangan bagi pemerintah/instansi terkait untuk melakukan pengelolaan kegiatan dan pemantauan dengan baik.

D.    Ruang Lingkup UKL-UPL

Ruang lingkup kegiatan penyusunan dokumen UKL-UPL ini ditentukan berdasarkan rencana kegiatan usaha, komponen lingkungan dan batas wilayah studi.

1. Rencana Kegiatan Usaha Stasiun TV 9

Telaah terhadap rencana kegiatan usaha Stasiun TV 9 yang mengemukakan informasi penting dari kegiatan yang merupakan sifat khas usaha itu sendiri dan dapat menimbulkan dampak potensial terhadap lingkungan sekitarnya yakni pada:

1)     Tahap pra konstruksi

2)     Tahap konstruksi

3)     Tahap pasca konstruksi/operasional dan pemeliharaan

2.   Komponen Lingkungan

Telaah terhadap informasi komponen lingkungan yang terkena dampak dengan memperhatikan aspek fisik-kimia, biologi, sosial, ekonomi dan budaya.

3. Batas Wilayah Studi

Batas wilayah studi dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan yang sesuai dengan rencana kegiatan usaha “STASIUN TV 9” meliputi, batas usaha, ekologi, batas administrasi dan batas teknis.

1)   Batas Usaha

a)      Sebelah  Utara       : Jalan Raya dari Sweta ke Narmada

b)      Sebelah Timur       : Calvin Hadinata (Restaurant)

c)      Sebelah Selatan     : Sawah H. Yuswadi

d)     Sebelah Barat:       : Rumah Ibu Miranda

2)   Batas Ekologi

Batas ekologi ini merupakan kondisi alam yang berada di sekitar kegiatan, batas ini berupa daerah aliran sungai, jalan raya maupun ekosistem dari suatu kegiatan yang saling berhubungan dengan kegiatan yaitu ekosistem pemukiman.

3)   Batas Administrasi

Batas Wilayah administrasi sesuai dengan batas wilayah pemerintah daerah Kabupaten Lombok Barat. Wilayah studi UKL-UPL ini berada di Desa Gerimax yang mempunyai batas antara lain

a)      Sebelah  Utara    : Desa Lingsar

b)      Sebelah Timur    : Desa Dasan Tereng

c)      Sebelah Selatan  : Wialayah Kecamatan Kediri

d)     Sebelah Barat     : Wilayah Kota Mataram

4)   Batas Sosial

Batas sosial berada pada masyarakat sekitar lokasi kegiatan usaha tepatnya di Desa Gerimax, pada khususnya yang berada di sebelah Barat dan Timur lebih banyak terkena dampak. Di sebelah timur terdapat restaurant miliki Calvin Hadinata, merupakan salah satu tempat umum yang menyediakan jasa dalam bidang penyediaan makanan dan minuman. Sedangkan di Sebelah Barat berbatasan dengan Perumahan yaitu Rumah Miliki Ibu Miranda yang memiliki risiko gangguan terhadap usaha/dan atau kegiatan tersebut.

About lpplmataram

Bagi anda yang membutuhkan Konsultan Lingkungan untuk menyusun Dokumen atau pelaporan UKL-UPL khususnya di wilayah NTB, kamilah solusinya. Hubungi: Putra, ST (081 736 7583) Irfan Handi, SE (081 805 768 000) Andi Kusmira, ST (081 917 960 708)

Posted on April 16, 2011, in Konsultan Lingkungan and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s