Dokumen UKL-UPL Hotel Relife Property Management

  1. I.          IDENTITAS PEMRAKARSA
1. Nama Perusahaan /Instansi :  PT. Relife Property Management
2. Nama Penanggung Jawab   Usaha dan atau Kegiatan :  Hari Susanto, SP
3. Alamat Kantor :  Jl. Gunung Raung No. 6, Kel. Dasan Agung Baru, Mataram.
4. Nomor Telepon/Fax :  087 808 000 987

 

  1. II.       RENCANA USAHA DAN/ ATAU KEGIATAN
1. Nama Rencana Usaha dan/ atau Kegiatan :  Pembangunan Hotel dan Villa

2.      Lokasi Rencana Usaha dan/atau Kegiatan :

Hotel dan Villa Relife Resort dengan luas tanah 7.500 m2 dan dengan luas bangunan 3.624,8 m2 terletak di Jl. Senggigi Krandangan, Desa Senggigi, Kec. Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Secara administrasi wilayah tersebut berada di :

Sebelah Utara        : Tanah Milik Haji Saleh;

Sebelah Timur       : Bukit;

Sebelah Selatan    : Rumah Makan;

Sebelah Barat        : Jalan Raya Sengigi ke Mangsit

Berdasarkan koordinat geografis terletak pada koordinat :

08° 29’ 26,2’’ LS/ 116° 02’ 32,8’’ BT

08° 29’ 26,4’’ LS/  116° 02’ 33,9’’ BT

08° 29’ 22,1’’ LS/  116° 02’ 31,4’’ BT

08° 29’ 23,8’’ LS/  116° 02’ 30,4” BT

2.      Skala Usaha Dan atau/Kegiatan

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Pembangunan Hotel dan Villa Relife Resort,dibangun diatas tanah dengan luas 7.500 m2 dan luas bangunan 3.624,8 m2, yang terletak di Jl. Raya Senggigi Krandangan, Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, kabupaten Lombok Barat.

3.      Sarana dan Prasarana yang akan dibangun :

Sarana dan prasarana yang akan dibangun di Hotel dan Villa Relife Resort berupa bangunan utama, sarana pendukung dan sarana penunjang.. Untuk lebih jelasnya sarana dan prasarana dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Table 1. Sarana Dan Prasarana Relife Resort

NO

Uraian

Jumlah

(Unit)

1. Kantor dan Loby

1

2. Bar/Restoran

1

3. Deluxe dan Standart Room

7 kamar

4. Suite Room

5 kamar

5. Family Room

5 kamar

6. Presiden Room

1 kamar

7. Meeting Room

1

8. Spa dan Gymnasium

1

9. Mess Karyawan

2

10. Dapur

1

11. Kolam renang

1

12. Pos Satpam

1

13. Gudang

2

14. Genset/generator (450 watt)

2

15. Sumur Bor

1

16. Bak penampungan limbah Septic Tank

17

17. Tempat Parkir

1

18. Pagar

Keliling

19. Drainase

 3.1.    Pembangunan Kantor dan Loby

Gedung perkantoran dan Loby  yang akan dibangun sebagai tempat kerja untuk kelancaran kegiatan hotel seperti ruang General Manager,ruang chief engineering, chief Acounting, Divition Manager, Executive house keeping serta front office manager, juga dilengkapi dengan ruang mushola untuk ibadah pekerja yang beragama muslim maupun tamu, sekaligus ruang Loby yang digunakan sebagai ruang tunggu dengan dilengkapi dengan sofa, meja ukir, ornament ukiran lainnya sehingga ruangan tampak asri, indah dan menarik.

 3.2.    Pembangunan Bar / Restoran

Sebagai salah satunya hotel berbintang, perlu dibangun  restaurant yang akan dibangun berada dalam lokasi hotel serta dengan menyajikan masakan tradisional, masakan nusantara dan masakan international, dengan sebagian beruangan AC dan sebagian tanpa AC, dengan nuansa laut dan hutan dengan kapasitas kurang lebih 100 orang.

3.3.    Pembangunan Kamar

Bangunan kamar hotel  yang akan dibangun direncanakan sebanyak 18 unit, dengan rincian Standart Room/Delux sebanyak : 7 Kamar, Suite Room : 5 Kamar, Family Room : 5 Kamar dan Presiden Room : 1 Kamar dengan nuansa taman disekitarnya, dilengkapi dengan 2 tempat  tidur, kolam renang pribadi, ruang tamu, ruang makan, TV, Kulkas,  Kotak penyimpan barang berharga, dan kamar yang dilengkapi dengan AC, sehingga sangat cocok untuk istirahat bagi keluarga yang ingin menikmati suasana, serta sofa yang diletakkan diteras untuk menikmati nuansa Hotel.

 3.4.    Pembangunan Ruang pertemuan

Ruang pertemuan dibangun dengan kapasitas kurang lebih 50 orang untuk kegiatan rapat maupun acara meeting.

3.5.    Pembangunan Spa dan Gymnasium

Salah satu sarana penunjang untuk aktivitas Spa dan  kebugaran yang disediakan oleh pihak hotel bagi para pengunjung (tamu).

3.6.    Pembangunan Mess Karyawan

Mess Karyawan sebagai tempat istirahat bagi para karyawan.

3.7.    Pembangunan Dapur

Dapur merupakan salah satu sarana penunjang yang diperuntukkan di dalam hotel, sebagai tempat untuk menyiapkan Breakfast maupun hidangan lainnya bagi para tamu dan makan para karyawan.

3.8.    Pembangunan Kolam Renang

Merupakan sarana penunjang bagi hotel berbintang yang  diperuntukan untuk para tamu yang berkunjung

 3.9.    Pembangunan Pos Satpam

Pos keamanan yang akan dibangun diperuntukkan sebagai tempat petugas satuan pengaman (satpam) guna mengamankan lokasi kegiatan.

3.10. Pembangunan Gudang

Pembangunan Gudang diperuntukkan menyimpan barang-barang yang sudah tidak dipergunakan lagi tapi masih berharga juga menyimpan barang-barang yang masih berharga.

3.11. Pembangunan Ruang Genset

Gedung Generator dibangun dibawah permukaan tanah, dan dilengkapi dengan dinding peredam dengan maksud mengurangi getaran dan kebisingan dari generator yang dipasang, sehingga tidak mengganggu kenyamanan bagi tamu yang menginap.

3.12. Pembangunan Bak penampung limbah Septic tank/IPAL

Pembangunan bak septic tank/IPAL dibangun ditiap kamar dengan menggunakan tiga bak yaitu penampung, pengolah/penghancur dan peresapan.

3.13. Pembangunan Pagar Keliling

Pembangunan Pagar keliling dengan tembok keliling dan pagar depan dengan ornament-ornamen yang menarik.

3.14. Pembangunan Parkir

Merupakan sarana penunjang tempat untuk melaksanakan kendaraan roda empat dan roda dua untuk menjaga dan mengamankan aktivatas para tamu dan karyawan

3.15. Pembangunan Drainase.

Pembangunan drainase yang akan dibangun disekitar bangunan diperuntukkan mengurangi laju run off, sehingga mencegah longsoran tanah.

4.      Kebutuhan Tenaga Kerja:

Kebutuhan tenaga kerja untuk kegiatan konstruksi diperkirakan berjumlah 80 orang. Sebagian besar (75%) akan direkrut dari tenaga lokal, terutama tenaga kerja kasar (buruh) bangunan yang berasal dari, Desa Sengigi dan sekitarnya. Sisanya 25%, berupa tenaga kerja terampil yang akan menangani pekerjaan teknis, di ambil dari daerah lain. Tenaga kerja kasar (buruh) terutama akan dipekerjakan untuk kegiatan penggalian, pemasangan pondasi bangunan, fasilitas lainnya sampai konstruksi berlangsung ± 6 (enam) bulan, sedangkan bulan ketujuh diperkirakan masuk ketahap finising bangunan, maka jumlah tenaga kerja sedikit demi sedikit dikurangi jumlahnya. Sementara pekerjaan – pekerjaan seperti pemasangan mesin, penataan taman, dan lain – lain memerlukan tenaga kerja yang memiliki keterampilan khusus. Sedangkan untuk tenaga kerja pada tahap Operasional sebanyak 30 orang dengan kualifikasi dan spesifikasi tertentu.

5.      Garis Besar Komponen Rencana Usaha dan/atau Kegiatan

Rencana usaha dan/atau kegiatan pembanguanan Hotel dan Villa Relife Resort, akan dimulai pada tahun 2012 pada areal seluas 7.500 m2 dengan luas bangunan sebesar 3.624,8 m2  dilengkapi fasilitas lain berupa Bar dan Restoran, dapur, kolam renang, dan lain sebagainya. Pembangunan Hotel dan Villa Relife Resort  meliputi empat  tahap, yaitu : Tahap Prakontruksi, Tahap Kontruksi, Tahap Operasi, dan Pascaoperasi. Masing–masing tahap tersebut diprediksikan akan memberikan dampak terhadap perubahan lingkungan hidup.

5.1.   Kegiatan Tahap Prakontruksi

a.  Pengurusan Perijinan dan Sosialisasi Rencana Usaha/Kegiatan.

 1. Perijinan

Perijinan peruntukan penggunaan lahan untuk pembangunan Hotel dan Villa Relife Resort di antaranya, (a) Ijin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) dari Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Lombok Barat Nomor : 503.A1/428/BP2T-LB/XI/2011 tanggal 25 Nopember 2011; (b) Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Lombok Barat       nomor: 503.A2/465/BP2T/XII/2011 tanggal                 22 Desember  2011.

2. Sosialisasi Recana Usaha/Kegiatan

Sosialisasi rencana usaha/kegiatan dimaksudkan untuk menjelaskan kepada masyarakat mengenai rencana pembangunan Hotel dan Villa Relife Resort, dan pentingnya keberadaan usaha tersebut bagi perekonomian masyarakat daerah, serta dampak-dampak yang ditimbulkannya, baik dari segi positif maupun negatif.

5.2.    Kegiatan Tahap Konstruksi

a.  Penerimaan tenaga kerja

Kegiatan ini merupakan usaha merekrut tenaga kerja dalam rangka pelaksanaan kegiatan pembangunan  Hotel dan Villa Relife Resort , Tenaga kerja yang direkrut secara umum terdiri atas tenaga kerja yang memiliki keterampilan khusus (skill) dan tenaga kerja yang tidak memiliki keterampilan khusus. Tenaga kerja tersebut di utamakan berasal dri tenaga kerja lokal (sekitar proyek) sesuai dengan ketersediaan, keahlian dan keterampilan mereka. Adapun tenaga kerja yang diperlukan pada tahap konstruksi dan spesifikasinya disajikan pada tabel 2 berikut.

Tabel 2.  Jumlah dan Spesifikasi Tenaga Kerja pada Tahap Konstruksi yang Dibutuhkan Dalam Pembangunan Hotel dan Villa Relife Resort.

No

Kualifikasi Pekerjaan

Kebutuhan Puncak

( orang )

  1. 1.     
Kepala proyekMandor

1

  1. 2.     
Pengawas

1

  1. 3.     
Kepala Tukang

5

  1. 4.     
Tukang kayu

15

  1. 5.     
Tukang Batu

15

  1. 6.     
Buruh/Peladen

20

  1. 7.     
Pekerjaan lainnya

18

  1. 8.     
Satuan pengamanan

5

  1. 9.     
Administari

5

Total

80

Penerimaan tenaga kerja tersebut berpotensi menimbulkan dampak positif berupa terbukanya kesempatan kerja serta persepsi positif masyarakat terhadap hal tersebut. Namun disisi lain, kegiatan ini potensial menimbulkan dampak negatif, terutama bagi masayarakat setempat yang ingin mendapatkan pekerjaan dalam kegiatan tersebut tetapi tidak memiliki kemampuan sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Dampak negatif bagi mereka yang tidak di terima sebagi tenaga kerja adalah timbulnya kecemburuan sosial sehingga berpengaruh pada proses sosial dalam masyarakat.

b.  Mobilisasi peralatan dan material

Kegiatan ini meliputi pengangkutan peralatan dan material yang akan digunakan dalam rencana kegiatan pembangunan Hotel dan Villa Relife Resort yang umumnya berasal dari tempat yang jauh dari lokasi proyek. Kegiatan pengangkutan peralatan dan material pada pembangunan Hotel tersebut memungkinkan berpotensi menimbulkan dampak adanya persepsi negatif dari masyarakat.

Sementara itu jenis bahan yang dibutuhkan pada kegiatan pembangunan Hotel dan Villa Relife Resort di sajikan pada tabel 3 berikut.

Tabel 3. Jenis bahan yang dibutuhkan pada pembangunan Hotel  Hotel dan Villa Relife Resort

No

Jenis Bahan

Sumber

1. Semen Gunungsari
2. Pasir Daerah Kab. Lobar yang memiliki ijin.
3. Kayu Berbagai Ukuran, kayu ukir, Tipleks, Dan Bahan Sejenis Jawa,Bali, Kota Mataram.
4. Berbagai Jenis Ukuran Besi Kabupaten Lombok Barat
5. Keramik Kota Mataram
6. Paving Blok Kota Mataram

c. Demobilisasi peralatan dan material

Kegiatan ini meliputi pengembalian peralatan yang akan digunakan dalam rencana kegiatan pembangunan Hotel dan Villa Relife Resort yang umumnya berasal dari tempat yang jauh dari lokasi proyek. Kegiatan pengembalian peralatan pada pembangunan Hotel tersebut memungkinkan berpotensi menimbulkan dampak adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

 d.  Pembangunan Base Camp

Pembangun Base camp dimaksud untuk menunjang kegiatan konstruksi sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan baik. Pembuatan sarana penunjang berupa base camp, bertujuan untuk tempat penampungan bahan dan tempat sementara bagi pekerja.

 e.  Pembangunan Fasilitas Utama, Pendukung dan Penunjang

Pembangunan fasilitas utama meliputi : bangunan Bar dan Restoran, Spa, kamar, gudang, kolam renang. Pembangunan fasilitas penunjang meliputi : pos keamanan, ruang genset, saluran sanitasi dan sebagainya. Kegiatan – kegiatan tersebut berpotensi menimbulkan dampak berupa penurunan kualitas udara, peningkatan kebisingan, peningkatan saluran aliran air permukaan (run-off), penurunan sanitasi lingkungan karena sampah dan limbah pekerja, sehingga dikhawatirkan akan dapat berpengaruh terhadap tingkat kesehatan pekerja. Semua hal tersebut pada akhirnya akan memunculkan sikap dan persepsi negatif masyarakat. Selain itu juga muncul adanya dampak positif seperti kesempatan berusaha, peningkatan pendapatan masyarakat dan persepsi positif masyarakat. Sementara itu sumber energi untuk operasional Hotel dan Villa Relife Resort bersumber dari PLN dan generator/genset milik perusahaan sebanyak dua unit, dengan kapasitas 150 KV.

Penggunaan air bersih untuk kebutuhan operasional Hotel dan fasilitas penunjang seperti kolam renang, penyiraman taman, dan kebutuhan lainnya bersumber dari PDAM dan sumur air tanah. Air tanah dalam disekitar lokasi Hotel  dibor dengan kedalaman 60 dengan penggunaan rata-rata 20 m³ perhari.

f.    Landskaping dan Penghijauan

Landscaping dan penghijauan dimaksudkan sebagai kegiatan penataan kawasan untuk meningkatkan kenyamanan dan keindahan. Beberapa kagiatan yang dilakukan seperti : penanaman gumbalan rumput, tanaman hias, dan tanaman pelindung/peneduh. Kegiatan penghijauan pada areal Hotel direncanakan akan dilakukan terhadap upaya memelihara kualitas udara. Disamping upaya untuk membentuk etika lingkungan. Adanya penghijauan areal dapat berfungsi sebagai buffer zone (mintakat penyangga) atau barrier untuk penyerapan gas-gas CO2, penyerap debu, peredam kebisingan, dan mencegah bau yang mungkin terjadi dilingkungan Hotel. Kondisi demikian akan berdampak positif pada kesehatan lingkungan.

g.  Pemutusan Hubungan Kerja

 5.3.   Kegiatan Tahap Operasional

a.  Rekrutmen Tenaga Kerja (Operasional)

Kebutuhan tenaga kerja untuk operasional Hotel dan Villa Relife Resort adalah sebanyak ± 30 orang. Klasifikasi tenaga kerja yang di butuhkan adalah Presiden Direktur, Tenaga Pemasaran, Property, kasir, koki, bartender, room boy, tenaga laundry, tukang kebun, sopir dan satpam yang di ambilkan dari tenaga kerja lokal dan dari luar wilayah sesuai dengan kebutuhan dan kualifikasinya. Rencana tersebut akan potensial menimbulkan dampak positif yaitu terbukanya kesempatan kerja dan adanya pendapatan bagi penduduk di sekitar kagiatan. Namun tidak menutup kemungkinan pula bahwa kesempatan kerja tersebut juga bisa diraih oleh para pendatang yang akhirnya dapat memunculkan persaingan yang bersifat positif di atara mereka. Disamping dampak positif juga timbul dampak negatif berupa peningkatan kepadatan penduduk dan adanya gangguan proses sosial antara penduduk lokal dengan warga pendatang. Berbagai dampak tersebut akan akan memunculkan sikap dan persepsi masyarakat.

Tabel 4. Jumlah dan spesifikasi tenaga kerja pada tahap operasional Hotel dan Villa Relife Resort.

No

Kualifikasi Pekerjaan

(Orang)

1. Direktur

1

2. Kasir

2

3. Koki

3

4. Bartender

2

5. Room boy

12

6. Tenaga Laundry

4

7. Satpam

6

Total

30

b. Pengoperasian Hotel dan Fasilitas Penunjangnya

Kegiatan ini meliputi pengoperasian hotel dan fasilitas menunjangnya dapat menimbulkan dampak positif berupa terbentuknya peluang usaha bagi masyarakat sekitar untuk dapat memenuhi berbagai kebutuhan para karyawan. Dengan demikian diharapkan akan terjadi peningkatan pendapatan masyarakat. Berbagai dampak yang ada tersebut pada akhirnya akan memunculkan sikap dan persepsi masyarakat.

Pengoperasian hotel dan fasilitas penunjangnya diprakirakan akan meningkatkan keramaian wilayah tersebut dan akan menyebabkan munculnya lapisan sosial baru dan proses sosial yang intensif yang berdampak terhadap terjadinya pergeseran nilai dan norma budaya.

Selain dampak positif, pengoperasian hotel terutama penggunaan genset berpotensi dapat menimbulkan dampak negatif seperti peningkatan kebisingan, dan penurunan kualitas udara terjadi sebagai akibat adanya emisi gas dan debu. Penurunan kualitas udara akan berdampak terhadap kualitas lingkungan. Penurunan kualitas udara ini juga potensial menyebabkan terjadinya peningkatan angka kesakitan yang diderita tenaga kerja.

c.  Penanganan Limbah

Selama operasian Hotel dan villa Relife Resort berlangsung dipastikan akan menghasilkan bahan sisa atau bahan buangan (limbah). Sumber limbah dapat berasal dari unit-unit kegiatan seperti: sisa-sisa makanan dan minuman, daun dan ranting tanaman, penggantian suku cadang generator dan genset, penggantian minyak dan oli generator dan genset, kamar mandi dan WC, dapur, debu, asap dan sebagainya. Limbah-limbah tersebut dapat berupa limbah padat, cair, domestik yang akan berdampak terhadap kesehatan, pencemaran tanah dan air. Terhadap munculnya dampak tersebut akan dilakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup yang termuat dalam dokumen ini.

1. Limbah Padat (Suku Cadang Generator/Genset) 

Limbah padat suku cadang generator/genset antara lain dapat berupa besi, lempengan seng, karet dan sebagainya ditampung pada ruang khusus (gudang). Limbah padat tersebut dilelang atau dijual kepada pihak ketiga dengan mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Limbah Padat Domestik

Limbah domestik dapat berupa sisa makanan, kertas, plastik, botol minuman dan limbah tanaman. Limbah ini dikumpulkan di dalam kantong plastik warna hitam untuk diangkut oleh petugas kebersihan/cleaning service ketempat pembuangan sampah akhir.

3. Limbah Cair

Limbah cair yang berasal dari pergantian oli genset ditampung pada drum/jerigen. Penanganan oli bekas tersebut selanjutnya dilakukan kerja sama dengan pihak ketiga yang telah memiliki ijin. Demikian juga dengan pengelolaan limbah cair yang berasal dari restoran, ruang karyawan dan kamar mandi, dan sebagainya masing-masing  langsung dialirkan ketiga bak yaitu, bak penampung, pengolah/penghancur dan bak peresap.

4. Kebisingan

Peningkatan kebisingan diakibatkan oleh kegiatan pembukaan lahan dan mobilisasi alat dan bahan pada tahap konstruksi serta dari kegiatan-kegiatan lain pada tahap operasi.

d.  Pemeliharaan Fasilitas Utama (Kantor, Bar dan Restoran) Dan Fasilitas Penunjang

 

Pemeliharaan fasilitas utama (kantor, bar dan restoran) dan fasilitas penunjang dimaksudkan untuk tetap menjaga kondisi fasilitas tersebut berfungsi dengan baik dan tetap bersih dan nyaman.

e.  CSR (Corporate Sosial Responsibility)

Merupakan salah satu kegiatan partisipasi atau keikut sertaan perusahaan terhadap pembangunan sosial ekonomi masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

5.4.   Kegiatan tahap pascaoperasional

Pemutusan hubungan kerja dengan tenaga kerja akan terjadi manakala operasional Hotel dan Villa Relife Resort , berakhir. Kegiatan ini akan berdampak terhadap hilangnya kesempatan kerja para karyawan yang selama ini ikut mendukung opereasional Hotel. Hilang/ berkurangnya kesempatan kerja juga mengakibatkan hilang atau berkurangnya pendapatan masyarakat disekitarnya. Pemutusan hubungan kerja tersebut akan memunculkan sikap dan persepsi negatif masyarakat. Selain itu juga berdampak pada tidak terurusnya asset PT. Relife Property Management.

About lpplmataram

Bagi anda yang membutuhkan Konsultan Lingkungan untuk menyusun Dokumen atau pelaporan UKL-UPL khususnya di wilayah NTB, kamilah solusinya. Hubungi: Putra, ST (081 736 7583) Irfan Handi, SE (081 805 768 000) Andi Kusmira, ST (081 917 960 708)

Posted on April 27, 2013, in Dokumen Lingkungan, UKL-UPL and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Terima kasih pencerahannya mohon izin download

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s