Dokumen UKL-UPL Taman Wisata Bangko-Bangko

BAB I. IDENTITAS  PEMRAKARSA

Nama Perusahaan        :  PT. Bangko-Bangko Lestari

Nama Pemrakarsa       :  Agus Kamariyadi, SH

Alamat                        : Jl. Danau Singkarak No. 67, BTN Pagutan Permai, Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Mataram.

Telpon/Fax                  : (0370) 644172

 BAB II. RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN

2.1. Nama Rencana Usaha dan/atau kegiatan.

Taman wisata alam Bangko-Bangko merupakan salah satu wisata Kawasan Pelestarian alam yang berdasarkan fungsinya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pariwisata alam, rekreasi, penelitian, pendidikan, budaya, pengawetan keragaman jenis tumbuhan, satwa dan keunikan alam.

Taman Wisata Alam Bangko-Bangko terletak di desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat telah ditetapkan sebagai kawasan Taman Wisata Alam melalui Surat Persetujuan Prinsip Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor : S.527/Menhut-II/2011, tertanggal 3 oktober 2011.

Lahan untuk kawasan proyek berupa hutan konservasi yang dikelola oleh Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) dengan luas lahan adalah 50 ha didalam kawasan hutan konservasi dari luasan tersebut hanya 10 % atau kurang lebih 5 ha yang diperbolehkan untuk bangunan fisik dengan rencana kegiatan berupa;  villa, kios souvenir, restorant, pelabuhan untuk Jetty dan POM Bensin Terapung.

2.2. Lokasi Rencana Usaha dan/atau kegiatan.

Lokasi proyek Taman Wisata Alam Bangko-Bangko terletak di desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat dengan titik koordinat 1150 86’ 81.4’’/BT dan  080 73’ 08.8’’/LS sampai dengan 115086’81.4’’/BT dan 08073’08.8’’/LS (secara detail terlampir).

2.3. Skala Usaha dan/atau kegiatan

2.3.1. Luas Areal      

a. Luas areal.

Bahwa sesuai dengan Surat Persetujuan Prinsip Menteri Kehutanan Republik Indonesia nomor; S.527/Menhut-II/2011 luas yang diijinkan untuk lokasi dimaksud sebesar 50 ha yang merupakan bagian dari wilayah hutan Konservasi yang dikuasai oleh Kantor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Propinsi NTB, dengan ketentuan hanya kurang lebih 10 % atau 5 ha dari luasan yang diijinkan untuk pembangunan fisik sarana dan prasarana.

b. Sarana, Prasarana dan Fasilitas lain yang akan dibangun.

  • Bangunan Villa.

Bangunan Villa yang akan dibangun direncanakan sebanyak 50 unit, villa ini dibangun dipinggir pantai dengan nuansa taman, laut dan hutan disekitarnya. Masing-masing villa dilengkapi dengan 2 kama tidur, kolam renang pribadi, ruang tamu, ruang makan, teras dengan view laut dan hutan, TV, Kulkas, CD, VCD, Kotak penyimpan barang berharga, dan kamar yang dilengkapi dengan AC, sehingga sangat cocok untuk istirahat bagi keluarga yang ingin menikmati suasana laut dan hutan, serta sofa yang diletakkan diteras untuk menikmati nuansa pantai dan hutan.

  • Restoran.

Sebagai salah satunya hotel berbintang, maka restaurant yang akan dibangun berada dilereng bukit dengan nuansa pemandangan laut dan hutan serta dengan menyajikan masakan tradisional, masakan nusantara dan masakan international, dengan sebagian beruangan AC dan sebagian tanpa AC, dengan nuansa laut dan hutan dengan kapasitas kurang lebih 100 orang.

  • Gedung Perkantoran.

Gedung perkantoran yang akan dibangun sebagai tempat kerja untuk kelancaran kegiatan hotel seperti ruang General Manager,ruang chief engineering, chief Acounting, Divition Manager, Executive house keeping serta front office manager, juga dilengkapi dengan ruang mushola untuk ibadah pekerja yang beragama muslim maupun tamu, sekaligus ruang Loby yang digunakan sebagai ruang tunggu dengan dilengkapi dengan sofa, meja ukir, ornament ukiran lainnya sehingga ruangan tampak asri, indah dan menarik.

  • Gedung Genset.

Gedung Generator dibangun dibawah permukaan tanah, dan dilengkapi dengan dinding peredam dengan maksud mengurangi getaran dan kebisingan dari generator yang dipasang, sehingga tidak mengganggu kenyamanan bagi tamu yang menginap.

  • Pembuatan Drainase.

Pembangunan drainase yang akan dibangun disekitar bangunan diperuntukkan mengurangi laju run off, sehingga mencegah longsoran tanah.

  • Pos Keamanan.

Pos keamanan yang akan dibangun diperuntukkan sebagai tempat petugas satuan pengaman (satpam) guna mengamankan lokasi kegiatan.

  • Lampu jalan, Penerangan keliling dan Pagar keliling.

Pagar keliling akan dibangun dengan menggunakan kawat berduri sebagai batas wilayah lokasi yang diberi ijin dengan wilayah hutan, sedangkan lampu penerangan jalan akan dibangun pada setiap jalan yang menghubungkan dengan sarana yang lain.seperti; kamar villa dengan loby, kamar villa dengan restorant, gedung kantor dengan ruang Genset, dll.

  • Pembangunan Jety dan POM Bensin.

Pembangunan pelabuhan Jety yang akan dibangun sebagai sarana untuk datangnya tamu-tamu dari senggigi maupun dari pulau Bali, dan kelengkapan yang lain dengan membangun POM Bensin untuk kapal sendiri maupun nelayan yang membutukan.

  • Reboisasi hutan.

Reboisasi akan dilaksanakan oleh PT. Bangko-Bangko Lestari dengan menanam tanaman endemis seluas 45 ha.

About lpplmataram

Bagi anda yang membutuhkan Konsultan Lingkungan untuk menyusun Dokumen atau pelaporan UKL-UPL khususnya di wilayah NTB, kamilah solusinya. Hubungi: Putra, ST (081 736 7583) Irfan Handi, SE (081 805 768 000) Andi Kusmira, ST (081 917 960 708)

Posted on April 27, 2013, in Dokumen Lingkungan, UKL-UPL and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s